Makassar, Sulsel — Sejumlah orangtua siswa menilai pihak sekolah MAN 2 Makassar tidak adil dalam memberikan sanksi Drop Out (DO) kepada dua orang siswa yang terlibat dalam kasus pemukulan terhadap salah satu siswa di lingkungan sekolah.
, Ki
Salah satu orangtua siswa yang anaknya terkena sanksSanski DO mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pihak sekolah. Menurutnya, dalam peristiwa tersebut terdapat sekitar sepuluh siswa yang diduga terlibat, namun hanya dua siswa yang akhirnya dikeluarkan dari sekolah.
i mempertanyakan kea sy Dee yg h bp. Q jidilan pihak sekolah. Kalau memang ada sekitar 10 siswa yang terlibat, kenapa hanya dua anak yang dikeluarkan?” ujar orangtua siswa kepada awak media, Selasa, 16/12/2025.
Orangtua tersebut juga menyampaikan bahwa anaknya yang terlibat dalam pemukulan telah berdamai dengan korban. Bahkan, menurut pengakuannya, hubungan antara pelaku dan korban kini telah membaik dan tidak lagi menyimpan permasalahan.
“Anak kami sudah baikan dengan korban, tidak ada lagi masalah di antara mereka,” katanya.
Lebih lanjut, orangtua siswa berharap pihak sekolah MAN 2 Makassar dapat memberikan kebijakan atau kesempatan kepada anaknya untuk tetap melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Ia meminta agar anaknya diberi satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki sikap dan perilaku.
“Kami mohon kebijakan dari pihak sekolah. Beri kesempatan anak kami satu kali saja. Kalau memang nanti mengulangi perbuatannya, silakan langsung diberhentikan atau di-DO,” tuturnya.
Menurutnya, anaknya telah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan dan siap mematuhi seluruh aturan sekolah yang berlaku.
“Anak kami sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah MAN 2 Makassar hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi awak media melalui aplikasi WhatsApp, yang bersangkutan tidak mengangkat panggilan telepon.
(*)

0 Komentar